Tips-Tips Sederhana Mengelola Arus Kas untuk Start Up

Suatu hari, saya dan beberapa teman saya berkumpul dalam sebuah pertemuan. Kami banyak mengobrol tentang beberapa usaha-usaha yang sedang kami rintis masing-masing. Hingga kita membicarakan bagaimana cara mengelola keuangan usahanya. Kemudian salah seorang teman saya bertanya.

“Bro, selama menjalani usaha, saya belom pernah nyatet-nyatet keuangan sampe serius. Kamu ada ilmu ato teorinya gak bro? Bagi-bagi donk ilmunya…, Yang simple-simple aja”

Pertanyaan tersebut ditujukan kepada salah seorang teman saya yang lulusan akuntansi. Kemudian, teman saya tersebut membagikan tips-tipsnya.

“Bro, ngelola keuangan buat usaha kecil-kecil kita emang penting banget. Saya yang jurusan akuntansi dulu pas awal-awal buka usaha juga belum peduli-peduli banget sama yang namanya mengelola arus kas. Kita di awal-awal biasanya sibuk ngembangin produk atau konsep usaha kita, sampe lupa pengeluaran apa aja yang udah kita keluarin buat ngembangin produk itu. Padahal pengeluaran pas masa-masa development itu patokan awal kita nentuin harga jual sama analisis BEP usaha kita nanti. Tapi kesini-sini, saya sama temen-temen yang lain mulai concern sama pengelolaan arus kas usaha kita. Nih saya kasi tips-tipsnya buat kalian semua.

Pertama, terapkan aturan KISS. Keep It Simple Starting out. Untuk yang belum paham banget sama akuntansi, bikin pencatatan keuangan yang sederhana aja. Gak perlu ngikutin aturan baku akuntansi dulu. Cukup bikin lajur uang masuk dan uang keluar. Jangan lupa catet nama-nama tiap transaksinyanya.

Kedua, pisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan sama kita pengusaha startup. Kita sering merasa bahwa uang yang ada di perusahaan adalah uang kita juga. Pemikiran itu jelas-jelas salah. Meskipun kita menggunakan uang pribadi kita pas mulai usaha, bukan berarti itu tetap jadi uang kita. Uang tersebut sudah menjadi milik perusahaan kita. Kita udah gak bisa seenaknya lagi ambil uang dari situ. Kalaupun kita ambil uang dari situ, tetap harus kita catat meskipun itu uang pribadi kita.

Ketiga, gunakan software atau aplikasi pencatatan keuangan berbasis web di gadget yang mudah digunakan. Menggunakan aplikasi atau software pencatatan keuangan memudahkan kita dalam hal merekam kegiatan keuangan usaha kita. Mencatat secara manual juga bisa dilakukan, tetapi resiko catatan tersebut hilang juga sangat besar. Kalau menggunakan software dan aplikasi pencatatan keuangan berbasis web kemungkinan hilangnya pencatatan tersebut sangat kecil. Karena software tersebut akan terus mem-back up pencatatan kita.

Nah klo dari saya sih gitu kira-kira tipsnya. Yang penting praktekin aja dulu. Awalnya memang akan merepotkan. Tapi kalau sudah terbiasa, kita juga enjoy kok ketika melakukannya.”

Begitulah kira-kira jawaban teman saya yang lulusan akuntansi. Diskusi kami pun berlanjut ke masalah pengelolaan keuangan dan bagaimana melakukan marketing untuk produk-produk start up kami.