Akuntan bagi kebanyakan orang adalah sebuah pekerjaan yang populer di Indonesia. Hal ini dikarenakan profesi akuntan memiliki lapangan kerja yang luas dan terbuka lebar serta tiap perusahaan pasti membutuhkan jasa seorang akuntan. Meskipun demikian, untuk menjadi seorang akuntan, seseorang harus menempuh pendidikan di jurusan akuntansi dan perlu untuk mengambil sertifikasi  profesional akuntan untuk dapat bekerja. Walapun sebenarnya tanpa sertifikasi pun lulusan jurusan akuntansi tetap dapat bekerja sebagai seorang akuntan.

Sertifikasi profesional akuntansi adalah suatu pengakuan resmi atas keprofesionalan seseorang pada suatu bidang yang ia jalani. Pada pasar tenaga kerja, sertifikasi profesional memberikan nilai tambah bagi pemegangnya. Sertifikasi profesional tersebut juga dapat membedakan tingkat kualitas dan kemampuan pemegang sertifikat dengan yang tidak memiliki sertifikat. Contohnya, seorang akuntan publik yang bersertifikat akan lebih dipercaya oleh sebuah perusahaan untuk melakukan audit keuangan dibandingkan yang tidak memiliki sertifikat.
Sertifikasi profesional akuntan lahir karena adanya ketidakpuasan dari pengguna jasa profesi akuntan terhadap lulusan institusi resmi. Selain itu ada beberapa pekerjaan di bidang akuntansi yang tidak terakomodir di dalam kurikulum institusi pendidikan. Oleh karena itu, diciptakan lah suatu standar yang dapat mengukur kemampuan seorang profesional akuntan dalam menjalani perkerjaan tertentu di bidang akuntansi. Ada banyak jenis sertifikasi profesional yang dikeluarkan beberapa lembaga penyedia, baik lokal ataupun internasional. Untuk lembaga lokal, sertifikasi tersebut hanya akan berlaku di tingkat lokal saja. Namun jika sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh lembaga internasional, maka sertifikat tersebut akan dapat diterima dimana saja. Ada beberapa jenis sertifikasi profesional akuntan di Indonesia, berikut penjelasannya

 

1.    Certified Public Accountant (CPA)

Sesuai dengan namanya, Certified Public Accountant (Akuntan Publik Tersertifikasi), adalah sertifikasi yang diberikan untuk profesi akuntan publik. Di Indonesia, CPA sebelumnya menggunakan istilah BAP (Bersertifikat Akuntan Publik). Lembaga yang mengeluarkan sertifikat ini di Indonesia adalah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). IAPI merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikasi akuntan publik sesuai dengan UU No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan peraturan pelaksanaan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 443/KMK.01/2011 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008. Penyandang gelar sertifikasi ini, dapat membuka kantor layanan akuntan publik setelah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Berbeda dengan sertifikasi profesi akuntan yang lain, CPA biasanya hanya berlaku di satu negara saja mengacu pada Undang-Undang di negaranya masing-masing.

 

2.    Certified Internal Auditor (CIA)

CIA adalah sertifikat untuk profesi auditor internal dalam profesi akuntansi. Sertifikat ini dikenal luas di beberapa negara. CIA sendiri dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditor (IIA) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat. CIA adalah satu-satunya gelar sertifikasi yang diterima secara global untuk profesi auditor internal. Ujian sertifikasi CIA terbagi atas 4 bagian dan dilakukan secara online. Saat ini tes ujian sertifikasi CIA bahkan sudah berbahasa Indonesia. Indonesia sendiri sebenarnya juga memiliki lembaga yang mengeluarkan sertifikat untuk auditor internal yaitu Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA). Sertifikat yang dikeluarkan oleh YPIA adalah Qualified Internal Auditor (QIA). Namun sertifikat tersebut hanya berlaku di Indonesia. Meskipun demikian, gelar sertifikat QIA telah diakui credit eligibility-nya oleh IIA. Seingga orang yang telah memiliki sertifikat QIA dapat langsung menempuh ujian jenjang keempat untuk mendapatkan gelar sertifikat CIA.

 

3.    Certified Management Accountant (CMA)

Sertifikat Certified Management Accountant (CMA) diberikan kepada akuntan manajemen yang bekerja di sebuah perusahaan. Sertifikat CMA dikeluarkan oleh Institute for Certified Management Accountant (ICMA) yang berlokasi di Australia. Di Indonesia, ICMA memiliki cabang yang juga mengeluarkan sertifikasi CMA yaitu IPMI International Business School. Sertifikasi CMA yang dikeluarkan ICMA adalah sertifikasi untuk profesi akuntan manajemen yang banyak dimiliki oleh akuntan manajemen Indonesia.

 

4.    Chartered Management Accountant (CMA)

Berbeda dengan CMA sebelumnya, Chartered Management Accountant (CMA) dikeluarkan oleh Chartered Institute for Accountant Management (CIMA) yang berbasis di Inggris. Secara garis besar, CMA dari Australia dan CMA dari Inggris tidak jauh berbeda. Dalam dunia global, kedua sertifikat ini diterima dibanyak perusahaan multinasional. Namun di Indonesia CMA dari Australia lebih banyak dimiliki.

 

5.    Certified Professional Management Accountant (CPMA)

Sertifikat CPMA secara garis besar juga sama dengan sertifikat CMA Australia dan CMA Inggris. Namun sertifikat CPMA bersifat lokal dan hanya berlaku di Indonesia saja. CPMA dikeluarkan oleh Institute Akuntansi Manajemen Indonesia (IAMI).

 

6.    Certified Information System Auditor (CISA)

CISA adalah sebuah bukti pencapaian kemampuan seorang profesional di bidang audit, kontrol dan keamanan sistem informasi. CISA dikeluarkan oleh Information System Audit and Control Association (ISACA) sejak tahun 1978. Di Indonesia, sertifikat CISA dapat diambil dengan mengikuti tes yang diselenggarakan oleh CIA, PPAK UI dan YPIA. Lembaga-lembaga tersebut memiliki afiliasi dengan ISACA.

 

7.    Chartered Financial Analyst (CFA)

CFA adalah sertifikat yang dikeluarkan untuk profesi analis keuangan dan investasi. CFA dikeluarkan oleh CFA Institute setelah seseorang lulus tahapan tes sabanyak 3 level ujian. Orang yang ingin mengambil sertifikat CFA harus memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun dibidang analisis keuangan dan investasi.

 

8.    Certified Financial Planner (CFP)

Sertifikat ini dikeluarkan oleh Financial Planning Standards Board (FPSB) untuk seseorang yang ahli di bidang perencanaan keuangan. Untuk mendapatkan sertifikat ini, seseorang harus lulus empat tahap ujian, yaitu mencakup Foundation in Financial Planning, Investment Planning, Risk Management & Insurance Planning dan Retirement, Income Tax and Estate Planning.

 

9.    Financial Risk Manager (FRM)

Banyak masalah keuangan dan operasional yang terjadi belakangan ini disebabkan karena rentannya manajemen risiko perusahaan. Oleh karena itulah, belakangan ini perhatian akan manajemen risiko perusahaan semakin meningkat, termasuk didalamnya pembekalan pemahaman risiko kepada para professional manajemen risiko. Sertifikat Financial Risk Manager (FRM) dikeluarkan oleh Global Association of Risk Professionals (GARP) yang berkantor di New Jersey dan London. Selain FRM sertifikat lain yang dikeluarkan oleh GARP adalah Energy Risk Professional (ERP).

 

10.    Certified Fraud Examiners (CFE)

CFE dikeluarkan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Dengan memiliki sertifikat ini berarti seseorang memiliki pemahaman dan keahlian sebagai professional anti kecurangan di bidang keuangan. Syarat untuk mengikuti ujian CFE adalah minimum berpendidikan sarjana dan memiliki pengalaman kerja di bidang terkait (accounting & auditing, criminology & sociology, fraud investigation, loss prevention and law) minimum dua tahun.

 

11.    Certified Wealth Managers (CWM)

Profesi wealth manager adalah profesi yang sangat dibutuhkan dalam industry perbankan. Para professional perbankan dituntut kompetensinya dalam mengelola kekayaan nasabah yang dipercayakan kepadanya. CWM dikeluarkan oleh Certified Wealth Managers’ Association (CWMA).

 

12.    Diploma in International Financial Reporting (DipIFR)

Sebagai dampak harmonisasi standar akuntansi diseluruh dunia yang mengerucut pada International Financial Reporting Standard (IFRS) dibutuhkan para professional accounting yang memiliki keahlian dibidang IFRS tersebut. Diploma in International Financial Reporting (DipIFR) lahir untuk memenuhi kebutuhan akan professional tersebut. DipIFR dikeluarkan oleh Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) yang bermaskas di Glasgow UK. Pemegang sertifikasi ini masih terbilang sedikit di Indonesia, selain karena soal yang diujikan sangat sulit juga disebabkan karena IFRS masih belum familiar di Indonesia.

 

13.    Besertifikat Konsultan Pajak (BAP)

Salah satu persyaratan untuk mendapatkan ijin praktek sebagai konsultan pajak adalah lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) sesuai dengan keputusan Menteri keuangan No 485/KMK.03/2003. Bagi profesional yang telah lulus ujian ini berhak mendapatkan gelar BAP. USKAP terdiri dari 3 tahap ujian yang dikatagorikan sebagai USKP A, USKP B dan USKP C.

 

14.    Certified PSAK (CPSAK)

CPSAK adalah sertifikasi lokal Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). IAI adalah institusi yang mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk menepatkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia. Berbeda dengan sertifikat lain, CPSAK terbuka untuk semua jurusan. Namun setelah lulus dalam ujian sertifikat ini, peserta harus memenuhi Pendidikan Profesional Berkelanjutan yang diadakan oelh IAI sesuai dengan PPL IAI.

 

15.    Sertifikat Akuntansi Syariah (SAS)

Akuntansi syariah adalah salah satu cabang baru dalam bidang akuntansi. Meskipun sebuah cabang baru dalam bidang akuntansi, namun akuntansi syariah sudah mendapatkan animo yang besar dari masyarakat Indonesia. SAS adalah suatu sertifikat untuk memberikan standar akuntansi syariah bagi akuntan yang bekerja pada biang tersebut. Sama seperti CPSAK, SAS bersifat lokal dan dikeluarkan oleh IAI. peserta yang telah mengikuti dan lulus ujian SAS harus memenuhi Pendidikan Profesional Berkelanjutan yang diadakan ole IAI sesuai dengan PPL IAI. Minimal angka kredit yang wajib dipenuhi setiap tahunnya adalah (16) SKP.

 

16.    Ahli Akuntan Pemerintahan (AAP)

Akuntansi pemerintahan adalah cabang akuntansi khusus yang ada di Indonesia. Akuntan Pemerintah orang yang secara khusus menekuni bidang akuntansi pemerintahan. Akuntansi pemerintahan memiliki standar tersendiri dalam hal pencatatan akuntansi. Oleh karena itu, AAP ini adalah salah satu tolak ukur standarisasi akuntansi pemerintahan di Indonesia. AAP diselenggarakan oleh IAI. AAP biasanya diikuti oleh PNS yang menangani masalah keuangan di suatu lembaga pemerintahan.

 

Kesimpulan

Sertifikasi profesional akuntansi adalah pengakuan spesialisasi profesi seorang akuntan. Dalam dunia kerja, sertifikasi ini diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna jasa akuntan terhadap kinerja akuntan. Meskipun ada beberapa akuntan yang belum atau tidak memiliki sertifikasi. Namun seiring berjalannya waktu, seorang akuntan pun akan dan harus memiliki salah satu dari sertifikasi di atas untuk bekerja di tempat yang lebih baik.