Profesi akuntan publik di Indonesia adalah salah satu profesi yang banyak diminati oleh lulusan dari jurusan akuntansi. Bisa dibilang, profesi ini adalah salah satu batu loncatan karir seorang akuntan. Meskipun demikian, bukan berarti profesi sebagai akuntan publik adalah profesi yang tidak menjanjikan. Justru, profesi ini adalah salah satu profesi yang sangat menjanjikan di kalangan akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan publik, seseorang harus mengikuti ujian sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat akuntan publik.

Sertifikasi akuntan publik adalah salah satu syarat seseorang untuk membuka kantor akuntan publik dan menjadi akuntan publik. Di Indonesia sertifikat akuntan publik yang diterima adalah Certified Public Accountant (CPA) yang dikeluarkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). IAPI adalah satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan CPA sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2011 dan KepMen Keuangan No. 443/KMK.01/2011 serta Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008.

Informasi yang didapat dari situs IAPI, lembaga ini mengeluarkan CPA of Indonesia yang menjadi sebutan (designation) sertifikasi tertinggi akuntan publik di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, seseorang harus beberapa tahapan ujian dengan kompetensi berbeda-beda di tiap tahapannya. Adapun kompetensi yang diuji dalam ujian sertifikasi akuntan publik adalah sebagai berikut (1) Auditing & Assurance, (2) Akuntansi & Pelaporan Keuangan, (3) Akuntansi Manajemen, Manajemen Keuangan & Sistem Informasi dan (4) Lingkungan Bisnis, Hukum Komersial & Perpajakan. Untuk jenis soalnya adalah pilihan berganda dan essai. Saat ini, ujian sertifikasi akuntan publik hanya diadakan berbasis komputer dan secara online saja.

Pelaksanaan tahapan ujian sertifikasi akuntan publik dapat dilaksanakan dengan termin waktu tertentu. IAPI dalam situsnya menjelaskan bahwa periode ujian tiap tahapan adalah 3 bulan, dengan 2 bulan waktu ujian dan 1 bulan masa reses. Peserta diharuskan untuk menyelesaikan keseluruhan tahapan ujian dalam waktu 2 tahun. Jika setelah 2 tahun tersebut perserta ujian tidak mampu menyelesaikan seluruh tahapan ujian, maka peserta diwajibkan untuk kembali mendaftar dan mengikuti ujian dari tahapan awal. Setelah menyelesaikan satu tahapan ujian, peserta juga harus mengikuti pelatihan terkait dengan bahan yang diujikan pada tahapan tersebut. Setelah menempuh semua tahapan ujian, peserta baru mendapatkan CPA of Indonesia. CPA of Indonesia berlaku selama 5 tahun sejak sertifikat tersebut dikeluarkan.

Jika anda ingin mengambil sertifikat akuntan publik, anda dapat langsung menghubungi [highlights]IAPI bagian sertifikasi[/highlights].