Perencanaan dan pengelolaan keuangan belakangan ini tidak hanya menjadi perhatian perusahaan-perusahaan yang notabenenya bergerak di bidang komersil, sekarang konsep pengelolaan keuangan pun sudah mulai dilirik oleh banyak keluarga dan rumah tangga. Banyak keluarga, terutama keluarga baru, belum mengerti bagaimana mengelola dan merencanaan keuangan rumah tangga secara baik dan benar. Hal ini dapat dilihat banyaknya keluarga yang masih merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan padahal memiliki penghasilan yang cukup. Kondisi ini sebenarnya juga telah menjadi perhatian banyak akuntan, khususnya yang memiliki keahlian dalam bidang perencana keuangan, untuk membuka seminar dan pelatihan perencanaan keuangan bagi keluarga. Hal ini pun seakan menjadi sebuah peluang bisnis baru bagi akuntan publik khususnya para perencana keuangan untuk menjadi konsultan perencana keuangan pribadi.

Sejatinya, Perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga adalah proses merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk kegiatan keluarga dan rumah tangga. Perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga pada dasarnya adalah penerapan prinsip akuntansi pada kegiatan transaksi keuangan keluarga. Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga sering disebut juga akuntansi rumah tangga.  Akuntansi rumah tangga sederhananya adalah melakukan pencatatan terhadap pemasukan dan pengeluaran rumah tangga dalam periode tertentu, biasanya dilakukan secara bulanan.

Akutansi rumah tangga adalah sesuatu yang mudah untuk dipelajari namun abai untuk diterapkan. Kesulitan penerapan bukan dikarenakan sulitnya metode dan prinsip pencatatannya, tetapi kesulitan tersebut bersumber dari keengganan keluarga untuk menerapkannya. Biasanya keluarga akan abai terhadap pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi di rumah tangga. Mereka menganggap hal tersebut dan sepele sehingga mereka enggan melakukannya. Padahal ada banyak manfaat yang dapat didapat dengan menerapkan akuntansi rumah tangga. Salah satu contohnya dengan melakukan pencatatan atas transaksi keuangan keluarga, sebuah keluarga dapat melihat seberapa banyak manfaat yang didapat keluarga tersebut dari transaksi tersebut. Selain itu, keluarga pun dapat mengetahui pos-pos pengeluaran mana yang dianggap tidak perlu, sehingga kedepannya mereka dapat lebih berhemat. Apalagi di zaman modern yang serba digital dan online seperti sekarang. Transaksi belanja keluarga dilakukan dengan sangat cepat dan mudah. Hal ini dikarenakan untuk berbelanja, sebuah keluarga tidak perlu repot-repot pergi ke mall atau pusat perbelanjaan lain. Mereka hanya tinggal buka komputer, laptop atau smartphone saja untuk berbelanja. Pembayarannya pun dilakukan dengan instan yaitu melalui internet banking atau kartu kredit. Hal ini tentunya tidak jarang membuat sebuah keluarga kalap dalam berbelanja dan tanpa sadar menghabiskan banyak uangnya. Jika melihat kondisi diatas, boleh dikatakan bahwa akuntansi rumah tangga sangat diperlukan oleh keluarga.