Akhir-akhir ini, banyak orang berlomba untuk merintis usaha sendiri atau menjadi enteprneur. Mereka yang mulai menjadi entepreneur berasal dari berbagai kalangan. Ada yang masih menjadi mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan ada juga direksi suatu perusahaan rela banting setir untuk jadi entepreneur. Dari sekian banyak jenis usaha yang dijalankan oleh entepreneur, muncul dua istilah yang mewakili usaha mereka yaitu Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Start Up.

Ya, UKM dan Start Up saat ini menjadi fenomena tersendiri di masyarakat Indonesia. Banyaknya cerita-cerita sukses seorang entepreneur UKM dan start up membuat masyarakat Indonesia pun merasa tertantang untuk memulai usahanya sendiri. Berbagai macam produk muncul dengan keistimewaannya sendiri.
Meskipun keduanya adalah sama-sama berbentuk usaha rintisan, namun sesungguhnya UKM dan Start Up adalah hal yang berbeda satu sama lain. Jika keduanya adalah usaha rintisan, lalu apakah perbandingan antara UKM dan start up sehingga dianggap sebagai dua jenis usaha yang berbeda? Berikut kamu sajikan perbandingan UKM dan Start Up.

 

Persamaan UKM dan Start Up

Persamaan pertama antara UKM dan Start Up, keduanya adalah sebuah rintisan usaha. UKM dan Start Up lahir atas ide-ide brilian entepreneur-entepreneur yang melihat pandai peluang usaha. Para entepreneur ini jeli melihat kesempatan dan permintaan pasar terhadap suatu produk. Bahkan diantara mereka ada yang membuka pasarnya sendiri

Persamaan kedua, UKM dan Start Up dirintis dengan modal yang cukup kecil. Beberapa entepreneur UKM dan Start Up bahkan memulai usahanya dengan tanpa modal. Mereka yang memulai usaha ini dari nol, awalnya hanya dengan menekuni hobi sendiri. Hobi tersebut kemudian mereka jadikan sebuah peluang usaha. Meskipun ada banyak entepreneur yang melakukan kredit pinjaman untuk memulai sebuah usaha, namun pinjaman modal tersebut tergolong tidak besar.

Ketiga dan persamaan terakhir antara UKM dan start up adalah memiliki sistem manajemen yang sederhana ketika mengawali usahanya. Di awal usahanya, entepreneur UKM dan start up biasanya hanya bekerja sendiri atau dibantu oleh beberapa keluarga dan teman-temannya. Namun ketika usaha tersebut berkembang, sistem manajemen usahanya pun ikut berkembang dan karyawannya pun tidak hanya keluarga dan teman saja.

 

Perbedaan UKM dan Start Up

Setelah mengulas persamaan-persamaan UKM dan Start Up, sekarang kita lihat perbedaan diantara keduanya. Perbedaan pertama, keduanya memiliki jenis usaha yang berbeda. Entepreneur UKM lebih menekankan jenis usaha yang menghasilkan produk real, sedangkan Start Up jenis usahanya lebih ke bidang jasa dan pelayanan. Ya, kebanyakan pengusaha UKM menghasilkan produk berupa barang jadi yang langsung bisa dirasakan manfaatnya seperti kuliner, souvenir, karyaseni dan lain-lain. Sedangkan start up produk yang dihasilkan berupa jasa layanan yang manfaatnya tidak secara langsung dirasakan. Contoh produk start up adalah layanan digital marketing agency, cloud based service, software atau aplikasi komputer dan lain-lain.

Perbedaan kedua adalah dalam hal penggunaan teknologi informasi. UKM menggunakan teknologi informasi khususnya internet hanya sekedar untuk pemasaran produknya saja. Hal ini berbeda dengan start up yang sangat mengandalkan teknologi informasi sebagai bagian dari produknya. Tidak hanya menjadi bagian dari produknya, teknologi informasi adalah nyawa dari start up. Jika diibaratkan, sebuah start up tidak akan lahir jika tidak ada teknologi informasi.

Perbedaan terakhir adalah dalam hal skala produksi. Bisnis UKM memiliki skala produksi menengah dan terbatas. Produksi bisnis UKM tidak terlalu besar karena barang yang dihasilkan dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia dan stok bahan baku yang tersedia. Berbeda dengan bisnis start up yang skala produksinya bisa dikatakan cukup besar. Start up tidak bergantung pada stok bahan baku, mereka bergantung pada sistem dan koneksi internet dalam mengembangkan layanan dan aplikasinya. Sebuah start up bisa saja mendapatkan pelanggan yang sangat banyak dalam waktu yang sangat singkat walaupun sumber daya yang terbatas. Hal ini berbeda dengan UKM yang akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan produktifitasnya.

 

Kesimpulan

UKM dan start up saat ini tengah menjadi fenomena masyarakat Indonesia khususnya entepreneur muda. UKM dan start up adalah usaha rintisan yang dikembangkan oleh entepreneur. Keduanya juga memiliki perbedaan yang di dalamnya terdapat keunggulan dan keistimewaannya masing-masing. Namun perlu diingat, UKM dan Start Up bukan sesuatu hal yang dikerjakan dengan sepele. Untuk menjadi sukses dalam bisnis ini, anda harus memiliki komitmen untuk terjun di dalamnya. Sehingga usaha yang dijalankan berkembang dan bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain.