Activity Based Costing  adalah metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi yang didasarkan pada aktifitas produksi spesifik untuk mendapatkan harga pokok yang lebih akurat. Penerapan Activity Based Costing merupakan suatu efisiensi untuk menambah nilai tambah kepada  produk/jasa yang akan dihasilkan, serta mengurangi aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan atau yang tidak menciptakan nilai tambah. Sistem Activity Based Costing timbul karena adanya kebutuhan manajemen terhadap informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas produksi secara akurat. Hal ini didorong oleh:

• Persaingan global yang memaksa perusahaan untuk mengeluarkan biaya yang lebih efektif atau cost effective;

• Adanya advanced manufacturing technology yang menyebabkan bertambahnya biaya overhead pabrik dalam proses porduksi dan lebih besar dari primary cost;

• Adalah salah satu strategi perusahaan dalam menerapkan market driven strategy

Penerapan Activity Based Costing dalam menentukan harga pokok dapat dilakukan secara efisien jika terdapat kondisi-kondisi berikut:

1. Diversivitas Produk yang Tinggi

Salah satu syarat penerapan Sistem Activity Based Costing adalah perusahaan yang memproduksi beberapa macam produk dan diproses dengan menggunakan  fasilitas yang sama. Menggunakan fasilitas yang sama untuk proses produksi yang berbeda akan menimbulkan masalah dalam membebankan biaya ke masing-masing produk karena adanya bias biaya antara produk satu dengan yang lainnya. Dengan menerapkan Activity Based Costing maka biaya produksi tiap produk akan termonitor dengan baik.

2. Persaingan Industri yang Tinggi

Dalam persaingan antar perusahaan dengan produk sejenis, penerapan Activity Based Costing akan mempermudah perusahaan dalam hal memperbesar pasarnya. Dengan menerapkan Activity Based Costing maka perusahaan akan melakukan efisiensi biaya produksi. Sehingga harga pokok yang keluar akan semakin rendah dan harga jual produk menjadi lebih kompetitif.