Dalam menjalani sebuah start up, anda bisa saja berjalan mandiri bersama tim yang anda bawa. Namun ada satu ketika anda perlu bekerja sama dengan orang lain (Partnership) untuk saling meningkatkan keuntungan untuk masing-masing usaha. Memilih mitra (partner) yang tepat dan berguna adalah suatu keharusan dalam usaha start up anda. Partner yang tepat tidak hanya akan mempermudah anda membangun start up anda, tetapi juga membawa keuntungan untuk start up anda. Namun dalam memilih partner dan jenis partnership, anda pun harus berhati-hati dan cermat. Jangan sampai anda terjebak dan dimanfaatkan oleh orang lain atas usaha anda. Dilansir dari entepreneur.com, berikut adalah 3 jenis partnership untuk start up anda.

 

1.   Awareness Partnership

Tujuan Awareness Partnership adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap brand atau produk start up anda. Jenis kerjasama ini tidak secara langsung meningkatkan penjualan produk anda. Namun dengan jenis kerjasama ini produk atau brand anda akan dikenal luas oleh masyarakat. Contoh kerjasama ini biasanya adalah kerjasama selebritas dengan sebuah produk. Dengan bekerja sama dengan selebriti dalam rangka membangun brand awareness tentunya akan mempermudah anda mengenalkan produk anda. Yang terpenting dalam kerjasama ini adalah pesan yang ingin anda sampaikan melalui produk atau brand produk anda. Anda juga harus memilih partner dengan pasar produk anda.

 

2.   Brand Partnership

Tujuan Brand Partnership adalah untuk mengukuhkan brand image untuk produk anda. Jenis kerjasama ini dapat dilakukan jika produk anda saat ini sudah memiliki jenis pasar tertentu. Kesuksesan dalam melakukan brand partnership membuat brand produk anda terbangun di kalangan pasar. Contohnya, produk anda memiliki brand untuk pasar tertentu lalu kamu bekerja sama dengan brand lain yang juga memiliki pasar yang sama dengan anda. Misalnya produk anda adalah sebuah ponsel dengan pangsa pasar remaja. Maka anda dapat bekerjasama dengan salah satu provider yang memiliki pangsa pasar yang sama dalam hal bundling harga. Tidak hanya melalui bundling harga, anda juga dapat membuat kompetisi, campaign atau strategi kerjasama lainnya.

 

3.   Functional Partnership

Functional Partnership adalah kerjasama untuk meningkatkan fungsionalitas produk yang anda tawarkan. Jenis kerjasama ini dapat dilakukan jika kedua brand bisa saling melakukan optimalisasi fungsi produk yang mereka keluarkan masing-masing. Tujuan functional partnership adalah untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan terhadap fungsi produk yang dikeluarkan. Sebagai contoh, ketika samsung mengeluarkan produknya, kemudian mereka bekerjasama dengan flipboard untuk membuat sebuah tampilan aplikasi yang simple namun menarik untuk konsumen. Dari kerjasama ini kita dapat melihat bahwa kedua brand saling meningkatkan fungsionalitas produknya. Tidak hanya itu, brand Samsung sebagai produsen ponsel pintar ikut meningkatkan brand Flipboard sebagai penyedia aplikasi casual.

 

Kesimpulan

Membangun bisnis start up akan lebih mudah jika anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Sebelum melakukan kerjasama, anda tentu dituntut untuk dapat cermat dalam memilih partner dan jenis kerjasama. Karena pada dasarnya, kerjasama bertujuan untuk saling membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan masing-masing. Sekarang pertanyaannya, jenis kerjasama mana yang cocok untuk produk start up anda?