Pengalaman menemukan masalah keuangan

Pada suatu ketika secara tidak sengaja saya berjumpa dengan kawan lama saya yang sekitar 10 tahun lalu pernah kuliah di satu fakultas. Setelah beberapa menit berbincang dan saling bercerita, wow ternyata dia sudah menjadi seorang entrepreneur yang memang merupakan ambisinya saat kami berkuliah bersama. Dari raut wajahnya nampaknya ada sedikit kejanggalan yang terjadi di bisnis yang baru dia rintis itu.

Perbincangan kami pun akhirnya berlanjut di sebuah kedai kopi di kawasan bisnis Sudirman Jakarta Selatan. Dia tanpa sangsi menceritakan kondisi bisnisnya saat ini yang semakin tidak jelas kepada saya. Demikian katanya, “Man, tanpa saya duga ternyata saya bisa mewujudkan ambisi saya menjadi wiraswastawan. Ini berkat dosen kita yang terus memotivasi saya sejak saat itu.” Dalam hati saya tebersit rasa bahagia karena kawan lama saya sudah meraih kesuksesan. “Tapi kenapa semakin ke belakang ini keuangan bisnis trading milik saya ini makin menipis ya? Biaya pun makin tinggi. Padahal order dari pelanggan tiap hari banyak, bahkan tren nilai penjualan pun tercatat semakin meningkat dari bulan ke bulan. Saya selalu mengeceknya di Laporan Laba Rugi”, lanjutnya.

Dia pun terdiam. Beberapa detik suasana menjadi hening, pikiran saya langsung mengarah pada kalimat dia yang mengatakan berikut: keuangan makin menipis, tren penjualan meningkat, dan laporan laba rugi. Oh, tiga frasa itu membuat otak saya langsung merespons dan mengatakan duduk perkaranya kepada dia, “Ada yang salah tu Her.” Begitu saya menyapa dia dengan nama Herry. “Salah apanya sob?”, tandasnya. “Selama ini kamu hanya berfokus pada datangnya order dan transaksi penjualan. Kamu menyangka dengan banyaknya penjualan berarti uang yang masuk ke pundi-pundi perusahaan kamu itu semakin banyak.”, lanjut saya. “Iya dong, penjualan meningkat berarti pendapatan juga meningkat ke rekening perusahaan saya”, katanya dengan keyakinan. “Mulai sekarang kamu harus mencoba telaah dari bagian lain pembukuan kamu, periksa sudah ada berapa pelanggan yang piutang usahanya belum tertagih dan apakah selama ini kamu menganalisis keluar masuk nilai kas/ bank kamu?”, tanya saya. “Ya Tuhan! Saya memang agak sukar mengontrol utang-piutang dan keluar-masuk kas karena saya masih percaya dengan alat bantu yang masih manual untuk mencatat transaksi dan laporan keuangan”, keluhnya. “Itulah akar masalahnya dan kamu sudah semestinya menggunakan alat bantu yang bisa mengontrol semua bagian dari pembukuan termasuk serius dalam melihat Laporan Arus Kas.”, ujar saya sambil menepuk bahunya.

 

Kita kupas pentingnya Laporan Arus Kas

Dari kisah saya di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa untuk menilai kesuksesan suatu usaha tidak hanya terpaku pada laporan laba rugi, tetapi ada juga laporan neraca untuk melihat posisi keuangan, dan satu lagi yang sering diabaikan pengusaha adalah Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas menyajikan semua lalu lintas masuk dan keluarnya nilai Kas/ Bank pada suatu periode tertentu. Laporan Arus Kas membantu pengusaha melihat nilai sesungguhnya kas/ bank yang ada. Faktanya pengusaha sering tidak mengacuhkan laporan ini sehingga banyak di antara mereka yang tidak menyadari bahwa penjualan yang tinggi belum berarti uang segera mengisi kasnya. Kas mereka kosong atau saldo bank mereka tinggal sedikit. Fenomena inilah yang membuat mereka pusing tujuh keliling menutupi biaya-biaya operasional termasuk membayar gaji pegawainya. Sederhanya, jangan sepelekan laporan arus kas!

Apa yang disajikan oleh laporan arus kas?

Laporan Arus Kas yang disebut juga dengan Cash Flow Statement ialah laporan keuangan yang mengandung pengaruh kas dari berbagai kegiatan serta fluktuasi bersih kas selama periode tertentu. Kegiatan yang ada di laporan ini terdiri dari 3 kegiatan yakni:

  1. Kegiatan Operasi (Operating Activities)
    Aktivitas ini menimbulkan pendapatan dan biaya dari kegiatan operasional perusahaan yang tecermin dari laporan laba rugi, misalnya kas masuk dari penjualan, kas keluar untuk pembayaran gaji, dsb.
  2. Kegiatan Investasi (Investing Activities)
    Aktivitas ini terkait dengan aktivitas yang melibatkan investasi seperti pembelian/ penjualan harta tetap perusahaan. Laporan arus kas dalam aktivitas ini juga mencatat aktivitas pemberian pinjaman yang akan menimbulkan piutang serta aktivitas pelunasan pinjaman itu.
  3. Kegiatan Pendanaan (Financing Activities)
    Aktivitas ini berasal dari transaksi kewajiban perusahaan baik itu penambahan utang maupun pengurangan akibat pelunasan utang. Yang termasuk aktivitas ini adalah penerbitan saham, pembagian dividen, pinjaman obligasi, dan instrumen sekuritas lainnya.

Berikut ini ada parameter sederhana untuk mengukur kesehatan perusahaan Anda:

Operating Activities bernilai positif
Artinya pendapatan lebih besar daripada beban. Jika nilai ini negatif, berarti keadaan sebaliknya. Anda harus fokus pada efisiensi biaya. Jika Anda menjual barang, analisislah tidak larisnya barang Anda agar tidak menumpuk di gudang. Tingkatkanlah penjualan.

Operating Activities = atau > Nilai Laba
Jika keadaannya sebaliknya, berarti uang yang semestinya sudah masuk ke kas/ bank Anda masih menggantung, misalnya di piutang usaha dari penjualan. Anda perlu analisis metode pembayaran secara kredit/ cicilan dengan memperpendek waktu jatuh tempo pembayaran, mengenakan denda jika lewat jatuh tempo, dan mencegah terjadinya risiko piutang tak tertagih.

Operating Activities > Investing Activities
Jika keadaan sebaliknya, berarti perusahaan Anda sedang memiliki banyak utang atau Anda berutang untuk membeli aset yang lain. Jika perusahaan Anda mengalami hal yang sebaliknya dari parameter ini, sudah saatnya Anda menjual aset yang kurang/ tidak diperlukan lagi.

 

Kesimpulan

Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan laporan laba rugi, neraca, dan perubahan modal, tetapi juga harus serius dalam memahami pentingnya laporan arus kas. Dengan laporan arus kas pengusaha dapat langsung melihat aktivitas kas/ bank secara nyata (real). Untuk memantau arus kas, laporan keuangan, dan menganalisis bisnis dengan rasio keuangan, saat ini sudah ada software akuntansi online yang dapat memenuhi kebutuhan esensial perusahaan tersebut. Dengan demikian pengusaha tidak lagi berspekulasi akan terjadinya profit atau rugi, tetapi sudah bisa melihat nilai nyata serta memprediksi kesehatan perusahaan.