Laporan keuangan adalah salah satu elemen penting dalam setiap kegiatan usaha. Meskipun usaha anda adalah UKM atau start up, namun tetap saja laporan keuangan penting untuk perkembangan usaha anda. Seperti yang sudah disinggung di beberapa artikel di dalam website ini, laporan keuangan diperlukan oleh UKM dan start up untuk mengajukan dana pinjaman, atau proposal investasi atau proposal lomba bisnis UKM dan start up. Laporan keuangan salah satu faktor yang menentukan apakah proposal yang anda ajukan diterima dan mendapatkan bantuan dana modal untuk usaha UKM dan start up anda.

Dalam sebuah laporan keuangan, laporan laba-rugi adalah salah satu komponennya. Laporan laba-rugi dibuat dalam satu periode akuntansi. Laporan laba rugi menyajikan seluruh unsur-unsur pendapatan suatu UKM atau Start Up yang pada akhirnya menampilkan apakah UKM atau Start Up tersebut mendapatkan laba atau bahkan rugi di akhir periode akuntansinya. Laporan laba rugi biasanya disusun setelah UKM atau Start Up selesai menyusun neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Mengapa laporan laba rugi harus disusun setelah kertas kerja? Hal ini dikarenakan sumber penyusunan laporan laba rugi berasal dari kolom-kolom yang ada di kertas kerja. Ini juga yang membuat laporan laba rugi tidak terlalu rumit ketika menyusunnya.

 

Format Laporan Laba Rugi

Format laporan laba rugi sebenarnya sangat sederhana. Beberapa komponen di dalam berupa, (1)Header Laporan dan (2) isi laporan laba rugi yang berisi komponen-komponen kegiatan usaha yang menghasilkan laba atau rugi. Beberapa perusahaan memiliki format penyusunan laporan laba rugi yang sangat mendetail. Kedua format laba rugi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun untuk UKM dan start up, lebih baik menggunakan format sederhana terlebih dahulu. Jika usaha UKM dan start up anda sudah berkembang dan memiliki sistem manajemen yang kompleks, barulah memakai format laba rugi yang kompleks dan mendetail. Di bawah ini kami berikan penjelasan lengkap dari kompenen tersebut beserta contoh gambar laporan laba rugi sederhana.

Gambar 1 Format Sederhana Laporan Laba Rugi (klik untuk perbesar)

Laporan Laba Rugi

 

Penjelasan

1.    Header

Header atau Kop dari laporan laba rugi berupa nama UKM atau Start Up dan jenis usahanya, judul laporan dan periode laporan. Di beberapa format laporan laba rugi perusahaan ada yang mencantumkan alamat dan logo perusahaan sesuai dengan kop surat perusahaan. Meskipun terkesan sepele, header laporan juga merupakan elemen penting laporan laba rugi. Karena header adalah bagian awal yang akan dibaca oleh pengguna atau pembaca laporan.

2.    Isi Laporan

Isi laporan adalah bagian terpenting dalam laporan keuangan. Di dalamnya memuat komponen-komponen yang mempengaruhi laba atau rugi suatu UKM atau Start Up. Komponen-komponen yang di dalam bagian isi laporan laba rugi secara sederhana adalah sebagai berikut:

a. Komponen Pendapatan Usaha

Di dalam komponen ini berisi hasil kegiatan penjualan UKM dan start up yang menghasilkan pendapatan. Selain itu di dalamnya terdapat komponen-komponen yang mempengaruhi penjualan seperti diskon dan retur barang yang diberikan jika UKM atau Start Up tersebut bergerak dibidang penjualan barang. Namun untuk UKM atau Start Up yang bergerak di bidang jasa, sederhananya hanya terdapat pendapatan jasa saja. Pendapatan lain dalam komponen bisa berupa penyewaan aset yang dimiliki oleh UKM atau Start Up kepada orang lain.

b. Komponen Harga Pokok Penjualan

Komponen kedua dari bagian isi laporan laba rugi adalah Harga Pokok Penjualan (HPP). HPP adalah biaya-biaya yang timbul ketika barang diproduksi. Ketika memproduksi sebuah barang untuk dijual, biasanya UKM atau Start Up menemui beberapa biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produksi tersebut. Biayanya bisa berupa listrik untuk peralatan produksi, kerusakan bahan baku, gaji pegawai produksi, promosi marketing dan lain-lain. Hal-hal tersebut harus diperhitungkan untuk menetapkan harga pokok penjualan dan margin penjualan untuk menghasilkan laba pada produksi suatu barang. Dalam UKM atau Start Up jasa, mungkin jarang ditemui adanya HPP atau bahkan tidak ada. Namun ada beberapa UKM atau Start Up jasa menetapkan HPP berbeda untuk proyek-proyek jasa tertentu untuk biaya-biaya seperti telekomunikasi, transportasi, tunjangan proyek dan lain-lain.

c. Komponen Biaya

Komponen Biaya adalah komponen keempat yang ada di dalam isi laporan laba rugi. Biaya yang ada di dalam komponen ini adalah biaya-biaya yang berbeda yang muncul di HPP. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa biaya listrik kantor, biaya telpon dan internet kantor, biaya penyusutan kantor dan biaya-biaya lain yang sifatnya administratif bukan produksi. Di bagian ini beberapa UKM dan start up biasanya akan kebingungan memisahkan biaya-biaya tersebut. Namun seiring perkembangan usaha yang dijalaninya, pengusaha UKM dan start up juga mampu memisahkannya.

d. Hasil Laporan Laba Rugi

Ini adalah komponen terpenting dari laporan laba rugi. Hasil laporan laba rugi adalah hasil pengurangan pendapatan dengan HPP dan biaya-biaya administrasi yang ada sebelumnya. Berapapun angka yang muncul dalam hasil laporan laba rugi harus ditunjukan. Meskipun UKM atau start up tersebut pada akhirnya menunjukan hasil negatif atau mengalami kerugian dari usaha yang dijalaninya.

 

Kesimpulan

Laporan laba rugi adalah salah satu elemen terpenting dalam laporan keuangan suatu UKM atau start up. Laporan laba rugi dapat menjadi sesuatu yang menentukan masa depan UKM atau start up. Dari laporan laba rugi ini, UKM atau start up bisa menentukan kebijakan untuk membuat kinerja dan produksifitasnya menjadi lebih efektif dan efisien sehingga membuat umur UKM atau start up menjadi lebih panjang dan usahanya semakin maju.