Ketika menjalankan sebuah usaha, anda pasti akan menemui pelanggan yang berhutang pada anda atau memiliki piutang. Tidak masalah jika pelanggan tersebut dapat membayar piutang tersebut sampai lunas, namun jika pelanggan tersebut terlambat membayar atau bahkan gagal bayar piutangnya bisnis anda akan terkena dampaknya. Berikut ini adalah 5 tips sederhana agar pelanggan anda membayar piutang tepat waktu.

 

1. Membuat jadwal pembayaran

Jika anda mendapatkan pembelian atau mengerjakan proyek dengan skala besar, coba buat skema pembayaran yang dapat diterima oleh anda maupun pelanggan anda dalam negosiasi kontrak. Jangan tempatkan pembayaran secara penuh di tanggal jatuh tempo. Tapi buat dengan membaginya pada tanggal-tanggal tertentu sampai jatuh tempo. Ini akan meringankan kedua pihak dalam merealisasikan proyek.

 

2. Berikan diskon atau insentif pembayaran

Dalam memberikan penawaran harga, perusahaan anda tentunya sudah memberikan margin beberapa persen dari HPP produk anda. Mengurangi sedikit keuntungan dari produk yang anda jual tentunya tidak akan terlalu mempengaruhi pendapatan anda. Berikan sedikit insentif atau diskon harga bagi pelanggan yang dapat membayar piutang tepat waktu atau sebelum jatuh tempo pembayaran. Hal ini mungkin akan membuat pelanggan anda tertarik untuk membayar piutangnya tepat waktu.

 

3. Kirim reminder pembayaran

Kirimkan pengingat kepada pelanggan anda bahwa jatuh tempo piutang sudah dekat satu atau dua minggu sebelumnya. Pengingat ini akan membuat pelanggan anda dapat menyiapkan dana untuk pembayaran piutangnya. Beberapa kasus keterlambatan atau gagal bayar piutang adalah karena pelanggan tidak siap dengan pengeluaran yang juga besar yang bersamaan dengan tanggal jatuh tempo piutangnya.

 

4. Kirim reminder dengan format berbeda-beda

Mungkin perusahaan anda memiliki format reminder yang sama untuk setiap pelanggan yang memiliki piutang. Cobalah untuk membuat format reminder yang berbeda satu sama dan ditandatangani langsung oleh anda selaku pemilik perusahaan atau mungkin manajer keuangan anda. Mungkin cara ini sedikit merepotkan, tetapi pelanggan akan merasa “dihargai” jika mendapatkan surat langsung dari anda bukan atas nama perusahaan anda.

 

5. Setelah pengingat, saatnya beri “peringatan”

Empat tips sebelumnya adalah pengingat halus untuk pelanggan anda agar tidak telat membayar piutang. Jika keempat tips sebelumnya tidak berhasil, yang anda harus lakukan adalah untuk memberi “peringatan”. “Peringatan” bisa berupa mengirimkan salinan kontrak pembelian atau kerjasama dengan menebalkan pasal-pasal yang berisi sanksi. Cara ini mungkin akan membuat pelanggan anda aware dengan piutang yang ia miliki terhadap perusahaan anda.

Memiliki pelanggan yang selalu terlambat membayar piutang memang cukup mengesalkan. Namun adanya masalah tersebut bukan berarti hanya berasal dari pelanggan anda. Anda juga punya andil jika pelanggan sampai telat melakukan pembayaran. Mengapa demikian? Bisa saja pelanggan terlambat karena anda tidak mengingatkan jatuh tempo pembayaran piutangnya. Ini mungkin disebabkan andanya juga yang lupa atau lalai dalam pencatatan klausul penjualan barang ke pelanggan. Jika demikian, anda pun perlu sebuah pengingat untuk hal ini. [highlights]AkuntansiOnline.id[/highlights] mungkin menjadi salah satu solusi untuk masalah ini. Salah satu fitur dalam [highlights]AkuntansiOnline.id[/highlights] adalah adanya program reminder dan notifikasi untuk utang dan piutang yang ada pada perusahaan anda. Anda dapat mencobanya dengan mengklik [highlights]disini[/highlights]. Cobalah software [highlights]AkuntansiOnline.id[/highlights] dan rasakan manfaat kembalinya piutang-piutang pelanggan anda.